WEK-WOK
this site the web
"kelompok 8 " mata kuliah Pengantar Studi Islam dosen Pengampu Bpk Muhammad Qowim, M.Ag jurusan KEPENDIDIKAN ISLAM Fakultas TARBIYAH dan KEGURUAN Universitas Islam Negri Sunan kalijaga (UIN SUKA) Yogyakarta.

KONTRA MBAH MARIJAN

Mbah Marijan dianggap salah dalaman mengartikan akan amanah SRI SULTAN HAMENGKUBUONO IX, diperintah menjaga Gunung Merapi pada saat tidak meletus Mbah Marijan bingung akan posisinya sebagai hanbah kraton dan melihat dari sisi ilmiah. Sifat mbah marijan salah, disaat masyarakat banyak yang mengkuti Mbah Marijan akan prediksi-prediksi yang beliau sampaikanpada masyarakat bahwa Gunung Merapi tidak akan meletus, namun secara ilmiah Gunung Merapi meletus. Dan pada kenyataannya Gunung Merapi meletus dan mengelurakan Larva dan Lahar panas.

(Didiskkusikan oleh kelompok 4, 5 dan 6)

3 komentar:

alfiyana k. n mengatakan...

alhamdulillah merapi dah gak meletus namun laharnya itu loch......?????gimana pemerintah ya mengatasi itu semua.....
lahar dinginnya dijual aja gimana ya....???????

alfiyana k. n mengatakan...

alhamdulillah merapi dah gak meletus namun laharnya itu loch......?????gimana pemerintah ya mengatasi itu semua.....
lahar dinginnya dijual aja gimana ya....???????

kacangkulit mengatakan...

saya setuju dengan pendapat teman2,mbah marijan itu salah dalam mengartikan amanah dari Sri Sultan,ketika akan terjadi bahaya(gunung akan meletus) bukan berarti dia harus tetap disitu,menjaga gunung merapi.
didalam islam itu tidak ada paksaan.ketika kita dalam mudharat saja islam memberikan kemudahan/keringan,misalnya(dalam hal amanah/kewajiban)ketika kita dalam musafir kita diberikan keringanan untuk mengkosar sholat kita,(dalam hal bahaya)ketika kita sedang bersangatan lapar dan tidak menemukan makanan kecuali makanan yang haram,itu boleh kita makan.
Hamzah "10470073"

Posting Komentar

 

W3C Validations

Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Morbi dapibus dolor sit amet metus suscipit iaculis. Quisque at nulla eu elit adipiscing tempor.